Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 06 Juli 2014

Air Asam Tambang


AIR ASAM TAMBANG

DAMPAK NEGATIF KONDISI ASAM TERHADAP LINGKUNGAN
pH < 5 Kelarutan Logam Beracun Makin Tinggi dan Keracunan Terhadap Tanaman, Biota Air dan Manusia
pH Rendah Unsur Basa (Kalsium, Mg, K, Fosfor Berkurang)
Kekurangan Unsur Basa Microba Penyakit (Patogen) Meningkat
Pada Kondisi Asam Jentik Nyamuk Berkembang Biak


ANALISIS PARAMETER LINGKUNGAN TERHADAP KUALITAS PERAIRAN
Salah Satu Dasar Untuk Pembuktian Kasus Pencemaran
pH Perubahan Ekstreem pH akan Mempengaruhi Keseimbangan Kandungan Karbon Dioksida, Karbonat dan Logam Berat

Kekeruhan Nilai Kekeruhan Mempengaruhi Penetrasi Cahaya Untuk proses FotosintesaProduktivitasPerairan/Organisme dan Tidak Berfungsi Untuk Kebutuhan Sehari-hari Penduduk.
 Kekeruhan  > 80 NTU Sangat Berbahaya Bagi Biota Laut

DO Sangat Esensial Bagi Pernapasan Biota Air Berasal Dari Fotosintesa Digusi Atmosfir (Oksigen)
Kualitas Air Dengan DO  < 4 Kritis dan < 2 Sangat Buruk

 



LANJUTAN
BOD  Jumlah Oksigen Bahan Organik (kondisi aerobik)
    BOD  5 mg/l Pada Arus Lambat       Sangat Buruk
          BOD 30 mg/l Pada Arus Deras        Masih Ditoleransi
          BOD Maksimum Tidak Lebih Dari 30 mg/l        

NO3-N Nitrogen Merupakan Komponen Pembentuk Protein  Di Air Dalam Bentuk N2
Nitrate Sebagai Unsur Hara Diserap Oleh Organisme Nabati
Terdapat Sebagai Garam Terlarut/Tersuspensi
Kadar NO3-N  0,5 1,0 mg/l Mendukung Produktivtis Biota

LOGAM BERAT      Bersifat Toxic Bagi Biota Perairan (ikan) :
    Cu (0,02 mg/l), . Arsen (0,1 mg/l), . Timbal (0,01 mg/l) 
    Bersifat Toxic Bagi Manusia : Timbal (O,05 mg/l), Arsen (0,05),.. Cu (1,5 mg/l) .. Besi (1,0), . Raksa (0,001 mg/l)
  
Lanjutan
Sianida       HCN, Sianida Tidak Terionisasi Lebih Bahaya Dari Ion Sianida (CN)
               Dalam Limbah Cair terdapat Sianida Bebas, Juga Sianida WAD (NaCN /KCN) dan Sianida Total
      NaCN/KCN + H          HCN+Na/K
      Ion CN (CN Free) Terurai dari HCN
      4 HCN + O2                  2H2O + 4CN
      CN + Ca(OCl)                         CNO    +  CaCl
             Kaporit/hypoclorit)                 (Sianat)
      CNO  + 2H2O                             CO3   +  NH4
              (Cair)                                        (padat)       (gas)
      Sianida Bebas & WAD mudah Bereaksi pd Kondisi Asam
      Sianida Bebas Bagi Biota Perairan       < 0,02 mg/l
               Sianida Bebas Bagi Air Minum   < 0,1 mg/l
      Sianida Bebas Dari Discharge Tiling Pond <0,05 mg/l

LANJUTAN
Plankton, Benthos, Nekton Serta Index Keragaman
1. Kehidupan Plankton, Benthos dan Nekton Dipengaruhi oleh Kondisi dan Kualitas Perairan
2. Kesuburan Perairan Ditentukan oleh Organisme Yang    Berfotosin tesa (Fitoplankton) Menyediakan Bahan Organik Bagi Pertumbuh an Zooplankton Yang  Ditentukan oleh Index Keragaman (H) yang Menunjukkan Kualitas Perairan
3. Benthos Hidup Pada Substrat Bagian Dasar Air
    Pada H = 1 Menunjukkan Air Tercemar Berat
    Pada H = 2-3 Tercemar Ringan
    Pada H > 3, Tidak Tercemar
LANJUTAN
SUHU  Daya Adaptasi Biota Air Sulit Tercapai
                        Pada Perubahan Suhu Lebih Dari 2,8 Derajat C di     Air       Mengalir dan Tidak Boleh Lebih Dari    1,7       Celcius di Air  Diam
CO2                Berasal dari Respirasi Organisme Air dan       Difusi Udara Serta Dekomposisi Bahan Organik
                        Daya Serap Haemoglobin Biota Air Terhadap
                        Oksigen Terganggu.  Penapasan Terganggu Pada :
                        Air Dengan DO <2 mg/l    CO2 Bebas Maks 12mg/l            Air Dengan DO >4 mg/l    CO2 Bebas Maks 25mg/l


Lanjutan
ALKALINITAS                Menggambarkan Persenyawaan
        Ca, Mg, K, Na, NH4 dan Fe Dengan Karbonat
        Nilai Total Alkalinitas Menunjukkan Kesuburan  Perairan :
        CO2 Rendah     10-50 mg/l,  Produktivitas Kurang
        CO2 Sedang       50-200 mg/l, Produktivitas Sedang
        CO2 Tinggi     >200mg/l    pHStabil Produktivitas Baik

PENGAPURAN PADA AIR ASAM
   Air asam tambang dengan pH yang sangat rendah, yang muncul karena oksidasi material sulfat dinaikkan pH nya dengan pengapuran.
Sketsa Settling Ponds (Sedimentasi)

          PENCEGAHAN AAT
Mencegah terbentuknya AAT
Meniadakan salah satu atau lebih unsur pembentuk AAT
Cara kering (pemisahan, penimbunan, pelapisan, dsb)
Cara basah (wet land)
Memperlambat pembentukan AAT
Penempatan yg selektif
Penutupan dengan air (ditenggelamkan)
 Penutupan dengan lapisan kedap air.
PENGELOLAAN AAT
MENETRALISIR DENGAN KAPUR (Ca (OH)2
            atau quicklime (CaO)
Bakterisida






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate